Pages

Minggu, 06 Juli 2014

Aceh, Si Cantik Di Barat Indonesia

Ketika bulan Ramadan tiba, destinasi Islami banyak dilirik para wisatawan, baik yang ikut beribadah puasa maupun tidak. Nah, sebagai bentuk apresiasi dan dalam rangka menyambut bulan Ramadan, Ask-Holiday mau mengajak travelers menengok keindahan dan keunikan sejumlah destinasi yang masih kental dengan budaya dan norma Islam. Selain untuk menambah wawasan, siapa tahu kamu pun terinspirasi untuk mengunjungi tempat-tempat itu.

Kali ini, Ask-Holiday akan membahas salah satu provinsi yang terbilang istimewa di Indonesia: Nanggroe Aceh Darussalam. Inilah provinsi Indonesia yang menegakkan peraturan berdasarkan syariat Islam untuk warganya. Bukan hal yang aneh memang, karena menurut sejarah, Aceh disebut-sebut sebagai tempat dimulainya penyebaran Islam di Indonesia.
banda-aceh

Tapi, meski menyandang status sebagai negara syariat Islam, kamu tidak perlu gentar merencanakan perjalanan ke Aceh. Persiapan yang harus kamu lakukan tidak terlalu rumit kok. Selain itu, traveling ke Aceh tentunya tidak akan rugi karena provinsi ini punya banyak sekali obyek wisata menarik dan menawarkan pemandangan indah.
Kalau kamu berencana mengunjungi Aceh, hal pertama yang harus diperhatikan adalah gaya berpakaian kamu, terutama bagi perempuan. Walaupun turis sebenarnya tidak diwajibkan mengenakan jilbab, tapi usahakan agar kamu berpakaian sopan dan tertutup sebagai bentuk penghormatan terhadap norma setempat. Supaya aman, kamu bisa membawa kain kerudung untuk dipakai ketika mengunjungi obyek-obyek wisata religius.
Sejumlah maskapai nasional memiliki rute ke Aceh, baik langsung (direct) ataupun yang memerlukan transit. Perjalanan langsung menuju Aceh membutuhkan waktu sekitar 2 jam 40 menit. Kalau kamu malas berlama-lama di perjalanan, lebih baik mengambil waktu penerbangan paling pagi. Selain menghindari delay, penerbangan pagi biasanya bersifat langsung tanpa transit.

Kalau kamu punya banyak waktu untuk liburan dan ingin menikmati perjalanan, kamu bisa menggunakan bus antar provinsi atau kapal laut untuk menuju Aceh. Pilihan transportasi ini tersedia tidak hanya di Sumatera lho, di Pulau Jawa maupun Bali pun ada yang menawarkan transportasi darat dan laut ke Tanah Rencong.

Banda Aceh menjadi gerbang utama turis ke provinsi Aceh. Di sini, kamu akan sulit menemukan jasa taksi yang menggunakan argo. Tapi, bukan berarti transportasi menjadi hal yang sulit di Aceh. Kamu bisa memilih dua moda transportasi yang populer di kalangan warga lokal, yaitu labi-labi (semacam angkot) atau becak bermotor. Supaya bisa lebih menikmati pemandangan Banda Aceh, becak bermotor adalah pilihan transportasi terbaik yang bisa kamu pilih, meskipun harganya tentu lebih mahal ketimbang labi-labi.
Sementara, untuk penginapan, Aceh juga menawarkan banyak pilihan akomodasi sesuai kantong kamu.

Selama di Banda Aceh, banyak sekali obyek wisata menarik yang bisa kamu kunjungi. Ini dia beberapa diantaranya:
 
Masjid Raja Baiturrahman

masjid-raya-baiturrahman2
Rasanya kunjungan ke Aceh tidak afdol kalau kamu belum mengunjungi masjid kebanggaan warga Aceh ini. Sebagai salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara, Masjid Baiturrahman juga menjadi saksi bisu tragedi tsunami tahun 2004 lalu. Pasalnya, masjid ini tetap berdiri kokoh meskipun seluruh daratan Aceh dihantam air bah yang menewaskan ratusan ribu orang.
Taman Putroe Phang (Putri Pahang)
putroepang
Kalau India punya Taj Mahal, Aceh punya Taman Putroe Phang. Taman indah ini dibangun Sultan Iskandar Muda untuk istrinya yang merupakan putri Kerajaan Pahang di Malaysia pada tahun 1600-an silam. Terletak di pusat kota Banda Aceh, Taman Putroe Phang kerap ramai dikunjungi warga setempat saat sore hari untuk menikmati keindahan dan ketenangan suasana taman.
Kerkoff – Peucut
kerkoff
Konon, Kerkoff-Peucut adalah taman pemakaman Belanda terbesar yang berada di luar negara Belanda. Ini merupakan taman pemakaman tentara Belanda yang tewas di Perang Aceh. Kondisinya sendiri masih sangat terawat, jadi kamu yang senang dengan fotografi bisa menghabiskan waktu mencari obyek foto di tempat ini.
Museum Tsunami
Indonesia Tsunami Memorial
Bangunan yang sekilas berbentuk kapal ini adalah karya Ridwan Kamil untuk mengingat tragedi tsunami 2004 yang menelan banyak korban jiwa. Di dalamnya kamu akan menemukan dinding kaca yang dialiri air sehingga pengunjung seolah di bawa masuk ke dalam gelombang tsunami. Ada banyak ruangan yang bisa kamu kunjungi di sini, termasuk Memorial Hall dan Lorong Kebingungan yang akan membuat hati kamu terenyuh.
Selain Banda Aceh, destinasi wisata yang juga kian populer di Aceh adalah Pulau Weh yang merupakan pulau paling barat Indonesia. Deretan pantai bersih dan air lautnya yang masih jernih serta pemandangan alam indah di sekitarnya menjadikan Pulau Weh obyek wisata yang sangat layak dikunjungi. Perjalanan ke Pulau Weh dari kota Banda Aceh membutuhkan waktu kira-kira 2 jam.

Iboih ( Sabang )
pulau-weh2
Sabang sebagai kota terbesar di pulau ini juga memiliki banyak obyek wisata menarik mengingat masih banyaknya bangunan gedung kolonial peninggalan Belanda.  Tapi, destinasi utama Pulau Weh jelas adalah pantai-pantainya. Salah satu pantai primadona Pulau Weh bisa kamu temukan di Pulau Rubiah. Kamu bisa mencapai pulau ini dengan menyewa kapal dari Pantai Iboih dan membutuhkan waktu perjalanan kira-kira 15 menit. Pulau Weh memiliki taman bawah air di sekitaran pulau yang merupakan rumah bagi ikan-ikan hias dan beberapa jenis koral.

Untuk menutup perjalanan, kamu bisa mendatangi pemandian air panas Keuneukai di sebelah selatan Pulau Weh. Air panas pemandian ini berasal dari gunung berapi yang terletak di tengah Pulau Weh. Selain bisa melemaskan otot-otot tubuh yang lelah, kamu juga akan disuguhi pemandangan indah lepas pantai.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Blogger Templates